Sabtu, 20 Agustus 2011

CIUMAN PERTAMA UNTUK TUHAN


CIUMAN PERTAMA

UNTUK TUHAN
(Ahmadun Y.H)

Merendehkan diri di bawah telapak kaki

Dalam tahajud paling putih dan sunyi, akhirnya

Sampai juga aku mencium Tuhan. Mungkin kaki atau telapak

Tangannya – tapi aku lebih ingin mengecup dahinya

Duhai, hangatnya sampai ke ulu jiwa.


Inilah ciuman pertamaku, setelah berabad-abad
Gagal meraihnya dengan beribu rakaat dan dahaga
Tiada kecerdasan kata-kata yang bisa menjangkaunya
Tak juga doa dalam tipu daya air mata -- Duhai Kekasih,
Raihlah jiwaku dalam hangatnya Cinta

Bertahun-tahun aku merindu, bagai Rabiah
Tiada lain kecuali merindu Engkau. Duhai Kekasih,
Tenggelamkan kini aku ke dalam cahayamu
Jakarta, Agustus 2003

Tidak ada komentar:

Posting Komentar